Purbaya mencatat pertumbuhan base money pada Juli 2026 telah mencapai 18,3 persen. Dia memperkirakan pertumbuhan tersebut tidak akan banyak berubah hingga akhir Agustus 2026.
Dengan kondisi likuiditas yang tetap terjaga, Purbaya menilai pertumbuhan base money tersebut cukup menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan kredit di atas 20 persen.
“Terakhir kan minggu kedua sih katanya sekitar 13-14 persen, tapi Juli kemarin sudah 18,3 persen tuh base moneynya tumbuh. Ini cukup kalau ditahan terus di situ, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen,” tuturnya.
Purbaya menilai, penguatan koordinasi antara pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan bank sentral dapat membuka ruang lebih besar untuk menjaga likuiditas perbankan.
“Jadi saya pikir dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar,” katanya.
(DESI ANGRIANI)