Inventarisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada karyawan maupun nasabah yang luput dari perhatian. Data dari lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan berikutnya, mulai dari kebutuhan dasar hingga dukungan pemulihan setelah kondisi berangsur aman.
Sejalan dengan proses pendataan, PNM juga menyiapkan dukungan berupa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak, khususnya karyawan dan nasabah PNM yang membutuhkan. Bantuan diarahkan pada kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan dalam situasi tanggap darurat, seperti makanan, air minum, perlengkapan kebersihan serta kebutuhan lainnya.
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur menjadi titik pertama penerima bantuan dan akan terus dilakukan perluasan wilayah cakupan penerima manfaat.
“Bantuan awal yang terpenting adalah hadir ketika seseorang sedang membutuhkan. Kami ingin bantuan PNM sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama karyawan dan nasabah yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar PNM,” katanya.
Kehadiran tersebut diharapkan dapat menjadi sedikit ruang untuk bernapas di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. Setelah keselamatan dan kebutuhan dasar terpenuhi, perhatian berikutnya adalah bagaimana membantu keluarga dan usaha ultra mikro kembali berjalan.
(Dhera Arizona)