Pada akhir 2023, jumlah aset perseroan tercatat meningkat 35 persen year on year (yoy) menjadi senilai Rp151,9 miliar, kemudian jumlah akumulasi dana tabarru’ tumbuh delapan persen (yoy) menjadi senilai Rp13,8 miliar.
ASEAN Insurance Surveillance Report 2022 melaporkan pemanfaatan layanan asuransi di Indonesia masih berada di level 1,4 persen, atau berada di bawah Singapura sebesar 12,5 persen , Malaysia sebesar 3,8 persen, dan Thailand sebesar 4,6 persen.
Sejalan dengan pemanfaatan layanan asuransi yang masih rendah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat densitas asuransi di Indonesia berada di level Rp1.882.640 pada akhir 2022 dan ditargetkan mampu menembus Rp2.400.000 pada 2027.
(taufan sukma)