AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Restrukturisasi Kredit BRI Capai Rp227 Triliun

BANKING
Tia Komalasari/IDXChannel
Senin, 14 Juni 2021 19:24 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat telah melakukan restrukturisasi kredit Rp227 Triliun hingga April 2021.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat telah melakukan restrukturisasi kredit Rp227 Triliun hingga April 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat telah melakukan restrukturisasi kredit Rp227 Triliun hingga April 2021. Restrukturisasi kredit tersebut dilakukan untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, kredit yang masih berstatus restrukturisasi tersebut semakin turun menjadi Rp185,29 triliun saat ini. 

"Jadi dari jumlah yang direstrukturisasi, ternyata yang benar-benar tak diselamatkan Rp 771 miliar, sedangkan selebihnya Rp 38,076 triliun itu sembuh,"ujar Sunarso dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (14/6/2021).

Berdasarkan kinerja tersebut, manajemen BRI mengambil keputusan untuk melakukan pencadangan sebesar Rp 73 triliun. "Jadi rasio pencadangan terhadap NPL 251%. Kenapa BRI mencadangkan besar? karena ada loan at risk belum benar-benar bersih, sehingga kalau ada apa-apa, bank masih bisa diselamatkan," kata Sunarso.

Per kuartal I-2021, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 6,86 triliun. angka tersebut lebih rendah dari perolehan laba di periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 8,16 triliun. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD