IDXChannel – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan intensitas intervensi di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, setelah mata uang Garuda kembali menyentuh level terlemah sepanjang sejarah (all-time low/ATL).
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan, dikutip Reuters, Kamis (23/4/2026), pelemahan rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global.
Meski demikian, ia menilai laju depresiasi rupiah masih sejalan dengan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan.
Pada perdagangan Kamis, rupiah sempat menyentuh level Rp17.315 per USD, mencatatkan rekor terendah baru.
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-off akibat konflik di Timur Tengah, yang mendorong investor global menjauhi aset berisiko.