Di tengah ekspansi kredit yang signifikan, SeaBank tetap menjaga kualitas aset. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di level 1,65 persen, jauh di bawah ambang batas maksimum 5 persen yang ditetapkan regulator.
Pertumbuhan kredit juga didukung peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir semester I-2026, DPK SeaBank mencapai Rp41,80 triliun atau tumbuh 47,6 persen yoy.
Komposisi dana murah turut menjadi salah satu penopang efisiensi pendanaan bank. Dana Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp29,10 triliun atau setara 69,6 persen dari total DPK.
Kinerja tersebut turut tercermin pada rasio efisiensi dan profitabilitas SeaBank. Bank mencatat Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,9 persen pada semester I-2026.
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja keuangan, jumlah nasabah SeaBank telah mencapai 35 juta hingga akhir semester I-2026. Rata-rata transaksi harian mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi, dengan volume perputaran uang harian mencapai Rp7,1 triliun selama Juni 2026.
(Rahmat Fiansyah)