Kombinasi sentimen global dan domestik tersebut pada akhirnya memicu peningkatan tekanan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah serta derasnya arus modal keluar (outflow) dari pasar saham nasional.
Meski demikian, KSSK meyakini solidnya fundamental ekonomi makro serta bauran kebijakan yang merespons secara adaptif tetap menjadi benteng utama pelindung stabilitas pasar keuangan.
Ke depan, kata Suahasil, KSSK berkomitmen memperkuat pengawasan berorientasi masa depan (forward looking) dan mempertajam koordinasi lintas otoritas guna memitigasi dampak dinamika eksternal terhadap stabilitas nasional.
“Hari ini adalah kesimpulan yang berdasarkan rapat berkala KSSK IV tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada minggu lalu hari Rabu 28 Oktober 2026,” ujar Suahasil.
(Dhera Arizona)