Sebelum menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, dia tercatat pernah menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Institut Bank Indonesia (2017–2022) serta Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022–2023). Pengalaman panjang ini memberikan Solikin perspektif yang mendalam mengenai perumusan kebijakan ekonomi nasional.
Selain rekam jejak profesional, Solikin memiliki latar belakang akademis yang sangat kuat di bidang ekonomi. Dia merupakan alumnus Universitas Airlangga (Unair) 1991.
Semasa kuliah, Solikin dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi, mulai dari menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa hingga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa IESP dan Wakil Ketua UKM Sepak Bola.
Jenjang pendidikan tingginya dilanjutkan di luar negeri, di mana dia meraih dua gelar Master dari universitas bergengsi di Amerika Serikat seperti Master of Applied Economics dari University of Michigan (1998) dan Master of Economics dari Maryland University (2001).
Puncak pendidikannya diraih dengan gelar Doktor di Bidang Ekonomi Moneter dari Universitas Indonesia pada 2005. Kombinasi antara pengalaman praktis di bank sentral selama lebih dari 30 tahun dan kedalaman ilmu ekonomi moneter menjadikan Solikin salah satu kandidat kuat dalam bursa pemilihan Deputi Gubernur BI kali ini.
(Dhera Arizona)