AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28653.32
-0.66%
-188.81
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,833
USD/IDR 14,240
Emas
854,249 / gram

13 Juta Vaksin Selesai Diproduksi, Bio Farma Tunggu Hasil Uji Mutu BPOM Keluar

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Jum'at, 12 Februari 2021 19:47 WIB
Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto memaparkan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil quality control atau uji mutu dari BPOM.
13 Juta Vaksin Selesai Diproduksi, Bio Farma Tunggu Hasil Uji Mutu BPOM Keluar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Bio Farma (Persero) telah menyediakan 13 juta vaksin Covid-19 per 11 Februari 2021 kemarin. Jumlah tersebut merupakan total dari 13 batch yang diproduksi perseroan.  

Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto memaparkan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil quality control atau uji mutu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).  

"Sudah beres. Kita nunggu hasil uji mutu atau quality control-nya dulu, baik oleh BF dan BPOM," ujar Bambang saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Jumat (12/2/2021).  

Usai hasil uji mutu diterbitkan, lanjut dia, maka BPOM akan mengeluarkan Lot Release untuk pendistribusian vaksin asal Sinovac, China untuk keperluan vaksinasi.  

"Distribusi bisa dilakukan setelah ada Lot Release serta ijin penggunaan darurat dari BPOM," katanya.  

Holding BUMN Farmasi itu mencatat, 1 batch berisi kurang lebih 950.000 dosis vaksin. Secara keseluruhan perseroan menargetkan 15 juta bulk atau bahan baku vaksin Sinovac. 

Usai mencapai target, Bio Farma langsung melanjutkan produksi 10 juta dosis bulk yang didatangkan pada 2 Februari lalu. Dimana, terdiri dari 10 juta dosis bahan baku dan 1 juta dosis tambahan atau overfill. (Sandy)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD