sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

2.400 Unit LRT City Belum Serah Terima, Danantara Buka Opsi Refund

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
15/09/2026 15:57 WIB
Sekitar 2.400 unit lainnya belum dapat diserahterimakan dan tersebar di sejumlah proyek LRT City.
2.400 Unit LRT City Belum Serah Terima, Danantara Buka Opsi Refund (Foto: dok ADHI)
2.400 Unit LRT City Belum Serah Terima, Danantara Buka Opsi Refund (Foto: dok ADHI)

IDXChannel - Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka opsi penyelesaian persoalan proyek LRT City dengan melanjutkan pembangunan unit yang belum diserahterimakan atau mengembalikan dana konsumen.

“Bagaimanapun kan ini harus diselesaikan. Nggak mungkin apa nanti merugikan konsumen kita kan,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan pemetaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dari sekitar 5.400 unit LRT City yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.

Sementara itu, sekitar 2.400 unit lainnya belum dapat diserahterimakan dan tersebar di sejumlah proyek LRT City.

Untuk menentukan skema penyelesaian, Danantara akan berdialog dengan perwakilan konsumen serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah alternatif penyelesaian bagi konsumen yang belum menerima unit.

Di sisi lain, Adhi Karya diminta menyusun perhitungan biaya penyelesaian proyek dan rencana bisnis secara komprehensif. Perhitungan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan opsi yang paling tepat, baik melanjutkan pembangunan maupun mengembalikan dana konsumen.

Dony menekankan kepentingan konsumen menjadi dasar utama dalam menentukan keputusan akhir. Terlebih, sebagian konsumen merupakan masyarakat yang membeli rumah untuk pertama kalinya.

“Tidak boleh merugikan konsumen. Itu dasar daripada penyelesaian kita bahwa tidak boleh merugikan konsumen. Karena konsumennya tidak salah, apalagi kalau orang-orang yang itu membeli rumah, rumah pertamanya. Karena ini adalah kesalahan daripada pihak kita secara internal,” katanya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement