AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

40 Persen Pelaku UMKM Putuskan Gulung Tikar Akibat Terdampak Pandemi

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 05 Agustus 2021 15:04 WIB
Pemberlakuan PPKM dan pandemi membuat 70 persen pendapatan UMKM berkurang drastis.
Ilustrasi Pelaku UMKM bangkrut akibat pandemi covid-19
Ilustrasi Pelaku UMKM bangkrut akibat pandemi covid-19

IDXChannel - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang di beberapa wilayah Indonesia membuat dampak yang signifikan ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Diketahui menurut data Kadin, pendapatan UMKM sampai turun drastis 70%.

Ketua Komite Tetap UKM dan Koperasi Kadin Indonesia, Sharmila mengatakan sebagian besar UMKM yang bertahan sampai hari ini saja sudah bagus sebab ada 40% yang sudah gulung tikar.

"Dampak akibat perpanjangan PPKM level 4 ini sangat berdampak ke masyarakat UMKM kita suka tidak suka mau tidak mau. Kami melihat yang masih bertahan hari ini sekitar 60% dan 40% udah pingsan alias gulung tikar," kata Sharmila dalam program Market Review IDX Channel, Kamis (5/8/2021).

Untuk mengurangi dampak PPKM, Sharmila mengaku Kadin sudah melakukan berbagai program pemulihan.

"Program naik kelas kami sudah ganti dengan sustainable untuk mempertahankan usaha, jadi kita ga pakai program naik kelas lagi udah program recovery karena banyak yang gulung tikar dan akhirnya mereka menutup usahanya dan pulang kampung," jelasnya.

Selain itu Kadin juga membantu dengan program pembinaan dan penguatan. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk UMKM bisa bertransformasi ke digital mengingat sektor perbankan juga tutup saat PPKM.

Selain pemerintah membantu UMKM dengan stimulus uang tunai melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Kadin membantu dengan non-cash.

"Uang cash sudah dibantu pemerintah tapi kami organisasi membantu mereka non cash tapi dalam bentuk barang dagangan," katanya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD