Ruang lingkup kerja sama ini mencakup empat bidang utama, yakni modernisasi ruang udara dan inovasi operasional, pengembangan sumber daya manusia, keselamatan, risiko dan keberlanjutan, serta penyelarasan strategi internasional dan regional.
Melalui kolaborasi ini, kedua organisasi akan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam mendukung transformasi layanan navigasi penerbangan yang mampu menjawab tantangan industri penerbangan masa depan.
Avirianto menerangkan, kemitraan ini merupakan investasi strategis bagi masa depan layanan navigasi penerbangan Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Airservices Australia ini, dirinya berharap AirNav Indonesia dapat mempercepat pertukaran pengetahuan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia.
Termasuk pula pemanfaatan inovasi untuk menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang semakin aman, efisien, dan berkelanjutan.