sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Antam (ANTM) Bentuk Konsorsium dengan Perusahaan China, Bangun Ekosistem Baterai Mobil

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
31/01/2026 09:10 WIB
ANTM resmi membentuk konsorsium dengan perusahaan asal China untuk membangun ekosistem baterai mobil listrik.
Antam (ANTM) Bentuk Konsorsium dengan Perusahaan China, Bangun Ekosistem Baterai Mobil (FOTO:iNews Media Group)
Antam (ANTM) Bentuk Konsorsium dengan Perusahaan China, Bangun Ekosistem Baterai Mobil (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) resmi membentuk konsorsium dengan perusahaan asal China untuk membangun ekosistem baterai mobil listrik. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan industri ini masih membutuhkan dukungan mitra luar negeri, terutama dalam bentuk transfer teknologi, akses pasar, dan manajemen profesional.

"Saya ulangi, arahan Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengurangan sumber daya alam, baik sekarang maupun di depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (30/1/2026). 

Dengan rencana kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 Giga Watt hour (GWh), ekosistem yang dikembangkan diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Asia. 

Estimasi nilai investasi proyek ini mencapai USD6 miliar, dengan potensi penciptaan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru. Rencana tersebut akan dirinci lebih lanjut melalui studi kelayakan yang masih disusun.

Proyek ini tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik, tetapi juga mendukung pembangkit listrik hijau, termasuk kebutuhan baterai untuk program PLTS 100 GW. "Jadi ini tidak hanya untuk baterai mobil, tapi ini juga di-desain untuk baterai panas surya," kata Bahlil.

Kolaborasi antara investor global Huayou dan EVE Energy dengan perusahaan nasional seperti ANTAM, IBI, dan DBL diharapkan mendorong transfer teknologi sehingga perusahaan nasional kelak bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Bahlil juga menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan daerah dalam membangun ekosistem baterai, yang direncanakan melibatkan pihak-pihak setempat, seperti mitra di Jawa Barat dan pengembangan tambang, smelter, serta pabrik hilirisasi yang akan dibangun di Maluku Utara, tepatnya di Halmahera Timur.

"Jadi kita, InsyaAllah ke depan, akan menjadi salah satu pemain terbesar dunia, terkait dengan bahan baku dan baterai mobil untuk menuju kepada energi baru terbarukan," kata Bahlil.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement