AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Antisipasi Covid-19, Satu Tower Rusun Nagrak Cilincing Siap Tampung 1.020 Pasien OTG

ECONOMICS
Refi Sandi/MPI
Jum'at, 18 Juni 2021 21:34 WIB
Tower 1-5 Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara dipergunakan untuk lokasi isolasi pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG).
Tower 1-5 Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara dipergunakan untuk lokasi isolasi pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kepala Unit Pengelolaan Rumah Susun III, Vita Nurviatin menyebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 762 tahun 2021 tentang tempat isolasi terkendali. Oleh karena itu, tower 1-5 Rumah Susun (Rusun) Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara dipergunakan untuk lokasi isolasi pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG). 

"Jumlah lantai ada 16 masing masing tower. Satu lantai ada 17 unit. Rusun ini tipe 36, jadi ada ruang tamu ada dua kamar, kamar mandi di dalam, ada wastafel ada balkon untuk cuci dan jemur," ucap Vita saat meninjau kesiapan Rusun Nagrak, Jumat (18/6/2021). 

"Kalo satu unit okupansinya 2 pasien, maka 510 satu tower itu. Tapi kemarin arahan dokter Ariffin bisa di maksimalkan. Karena ruang tamunya masih ada ruang bisa di taro dua bed. Jadi ada 4 satu unit itu. Kalo satu unit di maksimalkan 4, jadi satu tower sebanyak 1.020. Tapi, nanti Dinas Kesehatan di lapangan berapa kapasitasnya tergantung saat berjalan. Misal satu keluarga bisa satu kamar," imbuhnya. 

Kemudian, Vita mengatakan bahwa Rusun Nagrak ini memiliki 14 tower. Namun, belum terisi seluruhnya masih dalam proses penghunian. 

"Tower 1-5 ini masih kosong. Kemudian 6-10 masih kosong. Dan 11-14 sudah di huni," jelasnya. 

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi Vita bersama Komandan Lapangan Letkol Laut M. Arifin meninjau kesiapan Rusun Nagrak. Hal itu sebagai bentuk antisipasi lonjakan kasus aktif di Ibu Kota. 

Terlihat, Arifin menjelaskan alur dari mulai penerimaan pasien hingga mereka naik ke kamar isolasi. Selain itu, alur pasien keluar setelah isolasi pun di jelaskan. 

Kemudian alur tenaga kesehatan setelah dari wilayah zona merah harus melalui prosedur sterilisasi dibawah tenda oranye BPBD DKI Jakarta sebelum menuju ke zona hijau atau tower 5.

Terlihat fasilitas dalam kamar 2 unit velt bed oranye dari BPBD DKI. Kemudian, dapur hingga wastafel dan juga kamar mandi serta terdapat ruang tamu. 

Lebih lanjut, Vita mengatakan perihal sarana dan prasarana masih tahap proses persiapan. Sebab, Rusun Nagrak kondisinya kosong tanpa furnitur. 

"Terkait sarana prasarana sedang di proses. Karena rusun ini kosong. Hanya ruangan aja untuk di sewakan oleh warga DKI ber KTP DKI dengan sistem sewa. Jadi kami tidak siapkan sarana prasarana. Tapi di dukung dengan SKPD lain dan ini di kordinir BPBD DKI Jakarta. Karena ini rusun baru. Jadi memang kosong 1-5 ini," tutupnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD