sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Antrean Beli BBM Pertalite Mengular, Kementerian ESDM Beberkan Penyebabnya

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
05/10/2026 14:34 WIB
Kementerian ESDM memastikan fenomena antrean panjang pembelian BBM yang terjadi di sejumlah daerah bukan disebabkan oleh menipisnya stok nasional.
Antrean Beli BBM Pertalite Mengular, Kementerian ESDM Beberkan Penyebabnya. (Foto iNews Media Group)
Antrean Beli BBM Pertalite Mengular, Kementerian ESDM Beberkan Penyebabnya. (Foto iNews Media Group)

"Kondisi El Nino ini menyebabkan proses pengiriman dan distribusi yang contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai," ujarnya dalam Rakor Inflasi bersama Kemendagri di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dari sisi ketersediaan stok, kata dia, cadangan BBM nasional masih berada di kisaran 18-20 hari. Kapasitas maksimum tangki penyimpanan secara nasional berada di kisaran 25-28 hari.

Level tersebut memang masih berada di bawah ketentuan International Energy Agency (IEA) minimal 90 hari.

"Tetapi dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia dan kami juga selalu bekerja sama dengan Pemda untuk dalam rangka mitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan," katanya.

Kondisi fenomena antrean BBM yang beberapa waktu lalu sempat ramai di media sosial disebabkan oleh adanya peralihan konsumsi BBM masyarakat dari nonsubsidi ke BBM subsidi. Hal ini lantaran kenaikan signifikan harga jual BBM nonsubsidi di tengah volatilitas hanya minyak dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menyebutkan, hal itu tercermin dari banyaknya mobil berukuran besar, termasuk Pajero, hingga kendaraan truk yang diduga memiliki tangki berkapasitas ratusan liter mengisi BBM subsidi. Bahkan, menurutnya, ada tangki yang mampu menampung hingga sekitar 700 liter sampai 1 ton BBM.

"Masalahnya sekarang adalah banyak orang yang awalnya tidak memakai BBM subsidi, sekarang shifting pindah ke subsidi. Ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar," kata Bahlil dalam acara InTech SEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement