Menurut dia, apabila kondisi tersebut terus berlangsung tanpa adanya diversifikasi sumber energi, maka akan menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional maupun keuangan negara.
Adapun pada 2027, Bahlil mengusulkan anggaran Rp1,45 triliun untuk program motor listrik dan kompor listrik dalam pagu indikatif Kementerian ESDM tahun depan.
Program motor listrik memperoleh alokasi sebesar Rp635,24 miliar, sementara program kompor listrik mendapatkan anggaran lebih besar yakni Rp815,56 miliar.
"Kompor listrik ini untuk mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain," kata Bahlil.
(NIA DEVIYANA)