IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax turun pada Agustus 2026. Hal ini seiring koreksi yang terjadi pada harga minyak mentah (crude oil).
Saat ini, harga Pertamax dengan RON92 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mencapai Rp16.250 per liter, naik tajam sebelum gejolak konflik di Timur Tengah di kisaran Rp12.000 per liter. Sementara itu, tensi geopolitik mulai mereda sehingga mendorong harga minyak mentah anjlok dari USD100 per barel menjadi USD70 sebelum bertahan di kisaran USD80.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menilai, tren penurunan harga minyak mentah dunia memberikan peluang bagi pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi. Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi lailn seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex berangsur turun meski Pertamax masih tetap.
Bahlil mengungkapkan dirinya telah meminta kepada badan penyalur BBM, terutama Pertamina untuk segera menyesuaikan harga BBM nonsubsidi karena harga minyak mentah mulai turun.
"Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," katanya di Jakarta dikutip Selasa (21/7/2026).