sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil: Kita Tidak Membesarkan Defisit APBN dengan Kenaikan Harga Minyak

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
11/04/2026 07:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia tidak membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebar.
Bahlil: Kita Tidak Membesarkan Defisit APBN dengan Kenaikan Harga Minyak. (Foto Iqbal Dwi/IMG)
Bahlil: Kita Tidak Membesarkan Defisit APBN dengan Kenaikan Harga Minyak. (Foto Iqbal Dwi/IMG)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia tidak membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebar. Sebab, ada potensi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ikut terkerek dari kenaikan minyak mentah tersebut. 

Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia memang melampaui asumsi APBN 2026 di level USD70 per barel. Saat ini, harga minyak mentah dunia di kisaran angka USD100 per barel, yang membuat subsidi energi ikut melonjak.

"Saya ingin mengatakan bahwa kenaikan ICP dari USD70 itu kita bisa menambah anggaran subsidi BBM, tanpa LPG, kurang lebih sekitar Rp220-230 triliun lebih," kata Bahlil dalam acara peluncuran Buku Satya Widya Yudha di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).

Menurut Bahlil, target PNBP sektor migas tahun 2026 dengan asumsi harga minyak dunia USD70 sekitar USD10,8 miliar atau setara Rp184 triliun. Sedangkan dengan kenaikan harga minyak USD100 per barel, maka potensi PNBP yang bisa diperoleh meningkat menjadi USD17,6 miliar atau setara Rp300 triliun (mengacu kurs Rp17.090 per USD).

"Nah ini belum ada pendapatan dari komoditas lain, jadi sebenarnya di satu sisi naik di subsidi, tapi kita ada sumber pendapatan lain yang belum kita hitung di APBN," kata Bahlil. 

"Jadi aman lah, kita tidak membesarkan defisit kok dengan kenaikan harga minyak. Untuk rakyat kecil, perintah Presiden Prabowo apapun harus kita lakukan untuk kita jaga suasana kebatinan mereka," ujar dia. 

Pada kesempatan itu, Bahlil mengaku heran jika ada orang yang justru mempertanyakan mengapa harga BBM tidak naik meski harga minyak dunia tengah melonjak. Padahal, APBN dinilai masih mampu menopang fluktuasi harga minyak yang terjadi.

"Ada orang mempertanyakan kenapa harga BBM tidak naik. Saya kadang bingung juga, ini sesama orang pintar begitu. Kalau BBM naik protes, BBM tidak naik protes juga. Ini cocok hidup di alam mana, jadi bingung saya," katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement