sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Prediksi Mobil Hidrogen Akan Bersaing Ketat dengan EV di Masa Depan

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
21/07/2026 14:44 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memprediksi mobil EV bukan menjadi satu-satunya moda kendaraan pilihan masyarakat di masa depan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memprediksi EV bukan menjadi satu-satunya moda kendaraan pilihan masyarakat di masa depan. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memprediksi EV bukan menjadi satu-satunya moda kendaraan pilihan masyarakat di masa depan. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

Bahlil menggambarkan, biaya produksi B50 nonPSO alias yang digunakan oleh industri saat ini sekitar Rp18.600 per liter untuk jarak tempuh 3-4 Km. Sementara untuk hiddrogen, biaya memproduksinya masih jauh di atas biaya produksi B50 tersebut.

"Hidrogen memang masih mahal. Ini adalah tantangan dalam rangka bagaimana mendapatkan teknologi yang lebih efisien, agar harganya kompetitif," katanya .

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri hidrogen karena didukung oleh ketersediaan bahan baku, seperti air, gas bumi, batu bara berkalori rendah, serta potensi energi terbarukan yang melimpah. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi pondasi bagi pengembangan hidrogen sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

Selain sebagai bahan bakar kendaraan, Bahlil menegaskan hidrogen juga memiliki prospek luas untuk mendukung industri petrokimia, produksi amonia biru (blue ammonia), hingga berbagai sektor industri berbasis energi bersih.

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha, lembaga riset, dan investor. Kementerian ESDM juga menyatakan siap menyiapkan regulasi yang dibutuhkan guna mempercepat investasi dan implementasi teknologi hidrogen di Indonesia.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement