AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Bauran EBT Baru 11,5 Persen, ESDM Yakin Capai Target di 2025

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 17 Januari 2022 16:49 WIB
Pemerintah menargetkan porsi bauran energi dari energi baru terbarukan (EBT) mencapai 23 persen di 2025. Walaupun saat ini, porsi EBT baru 11,5 persen.
Bauran EBT Baru 11,5 Persen, ESDM Yakin Capai Target di 2025 (FOTO: MNC Media)
Bauran EBT Baru 11,5 Persen, ESDM Yakin Capai Target di 2025 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah menargetkan porsi bauran energi dari energi baru terbarukan (EBT) mencapai 23 persen di 2025. Walaupun saat ini, porsi EBT baru 11,5 persen.

Realisasi bauran EBT tahun 2021 masih jauh di bawah target Rencana Umum energi Nasional (RUEN) yang sebesar 14,5 perse. Sementara target bauran EBT dalam RUEN untuk tahun 2022 sebesar 15,7 perse.

"Porsi bauran EBT tahun 2021 mencapai 11,5 perse. Adapun upaya percepatan yang kami lakukan kedepan untuk mendorong percepatan pengembangan EBT menuju target 23 perse di tahun 2025," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).

Pertama, penyelesaian Rperpres Harga EBT. Kedua, penerapan Permen ESDM PLTS Atap. Ketiga, peningkatan mandatori bahan bakar nabati (BBN). Keempat, pemberian insentif fiskal dan non fiskal untuk EBT.

Kelima, kemudahan perizinan berusaha. Keenam, mendorong demand ke arah energi listrik. "Misalnya yang sekarang dilakukan adalah konversi motor BBM ke motor listrik, pemanfaatan kendaraan listrik, dan juga untuk kompor listrik disertai dengan upaya-upaya konservasi energi," jelas Dadan.

Dalam kurun lima tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 1.730 MW dengan kenaikan rata-rata sebesar 4,3 perse per tahunnya. Kapasitas terpasang PLT EBT tahun 2021 mencapai 654,76 MW dari target 854,78 MW.

"Tambahan kapasitas pembangkit listrik EBT tahun 2021 sebesar 654,76 MW, diantaranya dari PLTA Poso Peaker Expansion #1-4, PLTA Malea, 3 unit PLTP, PLT Bioenergi, 18 unit PLTM, dan 7 unit PLTS dan PLTS Atap," kata Dadan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD