sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bayar Utang Negara Rp10.293 Triliun, Purbaya: Kita Bersihkan Cara Mengumpulkan Pajak

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
12/08/2026 22:22 WIB
Komposisi utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp8.966,79 triliun atau sekitar 87,1 persen, dan pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun.
Bayar Utang Negara Rp10.293 Triliun, Purbaya: Kita Bersihkan Cara Mengumpulkan Pajak. Foto: iNews Media Group.
Bayar Utang Negara Rp10.293 Triliun, Purbaya: Kita Bersihkan Cara Mengumpulkan Pajak. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Posisi utang pemerintah per akhir Juni 2026 tembus Rp10.293 trilun atau setara 41,26 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Komposisi utang itu terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp8.966,79 triliun atau sekitar 87,1 persen, dan pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun atau sekitar 12,9 persen. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, salah satu strategi pemerintah untuk membayar utang tersebut melalui pembenahan pengumpulan pajak melalui sistem core tax, serta mengoptimalkan penerimaan bukan pajak seperti pemanfaatan dividen BUMN. 

"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat. Terus kita akan efektifkan tax collection kita. Bukan naikin pajak ya, tapi kita bersihkan cara kita beroperasi mengumpulkan pajak," katanya saat ditemui usai Sidang debottlenecking di Kantornya, Rabu (12/8/2026). 

Menurut Purbaya, jumlah akumulasi utang negara itu seharusnya bisa lebih turun lagi di akhir tahun, sehingga diharapkan bisa makin menjauhi batas maksimal rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 60 persen.

"Kan belum berakhir tahunnya, nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa. Harusnya sih akan bisa turun lagi sedikit. Dan kalau kita lihat kan, masih di bawah 60 persen, jauh," kata dia.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement