sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BBM Baru E20 Disiapkan, Bakal Tekan Impor Bensin 20 Juta KL

Economics editor Nia Deviyana
29/06/2026 11:23 WIB
Pemerintah menyiapkan Program E20 yang mengombinasikan bensin dengan 20 persen etanol sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor.
BBM Baru E20 Disiapkan, Bakal Tekan Impor Bensin 20 Juta KL. Foto: iNews Media Goup.
BBM Baru E20 Disiapkan, Bakal Tekan Impor Bensin 20 Juta KL. Foto: iNews Media Goup.

IDXChannel - Pemerintah menyiapkan Program E20 yang mengombinasikan bensin dengan 20 persen etanol sebagai salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor

Kebijakan tersebut dirancang dengan mengacu pada keberhasilan program biodiesel berbasis kelapa sawit yang berkembang dari B10 hingga B50 pada sektor solar. Pendekatan serupa akan diterapkan pada sektor bensin melalui pengembangan industri bioetanol dalam negeri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Nasional jenis bensin mencapai sekitar 40 juta kiloliter (KL) per tahun. 

Untuk mendukung implementasi program bauran bioetanol E20, pemerintah membutuhkan sekitar 4 juta KL etanol yang akan dicampurkan ke dalam konsumsi bensin nasional tersebut, sehingga menyisakan impor bensin sekitar 20 juta kiloliter (KL).

“Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50," ujar Bahlil dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).

Bahlil mengatakan pemenuhan dari energi alternatif dilakukan meski tambahan kapasitas produksi dari Kilang Balikpapan akan menekan kebutuhan impor.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan etanol akan dipenuhi dari komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung. Pemerintah juga akan berperan sebagai pembeli utama (off-taker) untuk menjamin penyerapan produksi etanol yang dihasilkan petani dan pelaku usaha di sektor hulu.

Selain mengurangi impor bensin, implementasi Program E20 juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. 

“Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat,” ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement