Bahlil mengatakan pemenuhan dari energi alternatif dilakukan meski tambahan kapasitas produksi dari Kilang Balikpapan akan menekan kebutuhan impor.
Bahlil menjelaskan, kebutuhan etanol akan dipenuhi dari komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung. Pemerintah juga akan berperan sebagai pembeli utama (off-taker) untuk menjamin penyerapan produksi etanol yang dihasilkan petani dan pelaku usaha di sektor hulu.
Selain mengurangi impor bensin, implementasi Program E20 juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi nasional.
“Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat,” ujarnya.
(NIA DEVIYANA)