Intervensi terintegrasi dari hulu hingga hilir ini berhasil menekan harga beras di lapangan menjadi sekitar Rp13.500 per kilogram (kg).
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mencatat kenaikan harga pangan global selama tiga bulan berturut-turut dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu logistik Selat Hormuz, serta lonjakan harga energi dan Crude Palm Oil (CPO).
Namun, Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik karena Kekuatan utama Indonesia saat ini cadangan pangan domestik yang solid, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional telah mencapai lebih dari 5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah, yang menjadi bukti keberhasilan kebijakan swasembada pangan terintegrasi.
Hingga pertengahan Mei 2026, Bulog Cirebon telah menyerap 184.600 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari petani lokal. Angka ini mendekati target tahunan sebesar 197.000 ton, naik signifikan dibandingkan target tahun sebelumnya yang hanya 145.000 ton.
Bulog siap mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki baik melalui SPHP maupun bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Stok beras di gudang-gudang kami sangat aman dan melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu krisis pangan global atau melakukan panic buying," katanya.
(Dhera Arizona)