AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3880
AGAR
302
AGII
2350
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
107
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
408
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.52
-1.18%
-6.39
IHSG
7090.99
-1.22%
-87.59
LQ45
1013.74
-1.16%
-11.90
HSI
17964.23
0.17%
+30.96
N225
26452.79
-2.58%
-701.04
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Bersama Kementan, Indofood (INDF) Dukung Budidaya Sorgum

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 13 Agustus 2022 06:32 WIB
Pengembangan sorgum sangat penting dilakukan untuk mensubtitusi tepung terigu berbahan gandum impor yang saat ini mulai sulit didapatkan akibat berbagai krisis
Bersama Kementan, Indofood (INDF) Dukung Budidaya Sorgum (FOTO:MNC Media)
Bersama Kementan, Indofood (INDF) Dukung Budidaya Sorgum (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franciscus Welirang menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam menggunakan bahan substitusi ketika pasokan gandum terganggu akibat adanya konflik Rusia - Ukraina. 

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan nasional.

"Kita dengan Pak Mentan SYL memperbincangkan banyak hal, tapi intinya bagaimana kita saat ini bisa mengembangkan bahan baku lokal seperti sorgum. Jadi, nanti ada program pengembangan tanaman sorgum bersama-sama" ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/8/2022).

Franky mengatakan, pengembangan sorgum sangat penting dilakukan untuk mensubtitusi tepung terigu berbahan gandum impor yang saat ini mulai sulit didapatkan akibat berbagai krisis global

Lebih lanjut Franky mengungkapkan Indofood sebagai salah satu pelaku Industri pangan berbasis gandum menurut Franky siap melakukan proses pengolahannya dan pemerintah konsentrasi pada ranah produksi.

"Pertanian dalam bidang budidaya dan kami (pengusaha) dalam bidang prosesnya. Apalagi produk tepung ini kan berkembang terus, akan ada produk baru yang berkembang. Yang pasti inisiasinya dari Kementan," sambungnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat dan juga pelaku industri pangan terhadap potensi krisis pangan tersebut.

Mencermati perkembangan kondisi pangan dunia yang tengah mendapatkan tekanan akibat pandemic Covid-19, perubahan iklim serta perang Ukraina-Rusia yang mengancam krisis pangan global, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat dan juga pelaku industri pangan terhadap potensi krisis pangan tersebut. 

“Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mensubtitusi kebutuhan bahan pangan impor dengan bahan baku lokal. Untuk kebutuhan industri pangan olahan berbasis tepung terigu, Pemerintah mulai menggalakkan penanaman sorgum, singkong dan sagu yang dapat mensubstitusi gandum," pungkasnya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD