AALI
9700
ABBA
292
ABDA
6325
ABMM
1390
ACES
1345
ACST
189
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
830
ADMF
7575
ADMG
194
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1440
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
71
AIMS
376
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
805
AKSI
690
ALDO
1340
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.43
-0.96%
-4.87
IHSG
6576.68
-1.03%
-68.37
LQ45
939.52
-0.9%
-8.49
HSI
24129.48
-0.37%
-88.55
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,852 / gram

Bertemu Menhan Australia, Prabowo Bahas Peningkatan Kerja Sama Industri Pertahanan

ECONOMICS
Riezky Maulana/iNews
Kamis, 09 September 2021 13:20 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton, Kamis (9/9/2021).
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton, Kamis (9/9/2021).  (Foto: MNC Media)
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton, Kamis (9/9/2021). (Foto: MNC Media)


IDXChannel - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton, Kamis (9/9/2021). Pertemuan antar keduanya berlangsung di Gedung Kementerian Pertahanan, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Kedatangan Peter, disambut dengan Upacara Jajar Kehormatan oleh Prabowo yang didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan. Selanjutnya, Prabowo dan Peter melakukan pertemuan bilateral membahas upaya peningkatan kerja sama pertahanan antar kedua negara.

"Kunjungan ini dalam rangka mempererat dan meningkatkan hubungan kerjasama kedua negara khususnya di bidang pertahanan yang sudah terjalin sangat baik," tulis Kementerian Pertahanan dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Dijelaskan Kemhan, pembahasan yang ada dalam pertemuan meliputi Defence Cooperation Arrangement (DCA), peningkatan kerja sama di bidang industri pertahanan, kerja sama bidang kesehatan hingga peningkatan kerjasama dalam bidang pendidikan dan pelatihan.

"Pada pertemuan yang baik tersebut, Menhan dan Menhan Australia juga saling bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi keamanan di kawasan baik regional maupun global," katanya.

Dalam pertemuan itu, kata Kemhan, Prabowo menyampaikan bahwa kerja sama pertahanan Indonesia terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Kerja sama pertahanan antara kedua negara telah menguat selama lebih dari setengah abad, sejalan dengan sektor-sektor hubungan bilateral lainnya. 

"Kerja sama tersebut sangat produktif dan saling menguntungkan kedua negara dalam banyak hal," jelas Kemhan.

Kemhan memaparkan, Australia menjadi mitra strategis di kawasan untuk kerja sama di bidang pertahanan. Menurut dia, negara dengan Ibu Kota Canberra itu telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan kemampuan pertahanan Indonesia.

"Menhan mengapresiasi atas hasil-hasil pertemuan baik di tingkat Working Group, pertemuan Indonesia-Australia Defence Strategic Dialogue (IADSD) di tingkat Kementerian Pertahanan dan Komite Tingkat Tinggi Australia-Indonesia di tingkat TNI yang telah dilakukan bulan lalu," tuturnya.

Kemhan mengatakan, selama lima dekade terakhir, termasuk selama wabah Pandemi, untuk sektor kerja sama di bidang pendidikan, telah terjadi sejumlah besar personel pertahanan Indonesia telah dilatih di Australia. Selain itu, interaksi kedua negara di luar pelatihan militer telah banyak dilakukan meskipun dilakukan secara virtual lantaran adanya protokol Covid-19.

"Interaksi tersebut menunjukkan capaian luar biasa yang berkontribusi signifikan guna mendorong dan mempererat hubungan people to people antara kedua negara baik di bidang pertahanan maupun di luarnya," ucapnya.

Kunjungan kehormatan Menhan Australia kepada Prabowo, dilaksanakan sebelum rangkaian kegiatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Marise Payne menghadiri pertemuan Bilateral Meeting 2+2, dengan Menlu Retno Marsudi di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta.

"Pertemuan Billateral Meeting 2+2 dilakukan guna memperkokoh kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara yang dibentuk pada tahun 2018," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD