Dia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen membutuhkan dukungan energi yang kuat, dan Presiden Prabowo menyetujui percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau.
"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8 persen, yang sekarang 5-6 persen. Karena itu butuh energi yang kuat seperti itu," kata Jusuf Kalla.
Selain isu energi, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa pertemuan juga menyinggung situasi perdamaian di sejumlah negara.
"Seperti di Thailand, Afghanistan dan Paskistan. Itu yang kita bicarakan tadi seperti itu," katanya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi dan silaturahmi antara pemimpin negara dengan tokoh nasional dan kalangan pengusaha.
Prabowo terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen bangsa guna memperkuat persatuan, mempererat kolaborasi, dan mendorong kontribusi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional serta kemajuan Indonesia.
(Nur Ichsan Yuniarto)