Jumlah Tenaga Kerja
Kinerja Komponen Jumlah Tenaga Kerja pada kuartal II-2026 mencatatkan penurunan dengan indeks sebesar 48,65 persen, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 48,76 persen.
Sementara itu, pada kuartal III-2026, penggunaan tenaga kerja diprakirakan mengalami perbaikan dengan nilai indeks yang sedikit lebih tinggi yaitu sebesar 49,70 persen meski masih berada di bawah threshold-nya.
PMI-BI Menurut Sublapangan Usaha
Berdasarkan sub-LU, terjaganya kinerja PMI-BI kuartal II 2026 didorong oleh sejumlah lapangan usaha yang terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi. Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan (58,24 persen), Industri Makanan dan Minuman (54,05 persen), Industri Logam Dasar (53,59 persen), serta Industri Barang Galian Bukan Logam (53,22 persen).
Pada kuartal III-2026, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 52,32 persen.
Selanjutnya, pada kuartal III 2026, mayoritas Sub-LU diprakirakan tetap berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan (56,62 persen), diikuti oleh Industri Pengolahan Tembakau (56 persen), Industri Logam Dasar (55,87 persen), serta Industri Alat Angkutan (55,44 persen).
(NIA DEVIYANA)