sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bidik Kolaborasi dengan China, KEK Kura Kura Bali Diarahkan Jadi Poros Teknologi dan Riset

Economics editor Rohman Wibowo
06/10/2026 04:01 WIB
Kawasan ini diharapkan dapat menopang pengembangan kecerdasan buatan, riset dan pengembangan digital, semikonduktor, hingga teknologi.
Bidik Kolaborasi dengan China, KEK Kura Kura Bali Diarahkan Jadi Poros Teknologi dan Riset. Foto: iNews Media Group.
Bidik Kolaborasi dengan China, KEK Kura Kura Bali Diarahkan Jadi Poros Teknologi dan Riset. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah memacu penguatan investasi, industrialisasi, serta kemitraan industri sebagai pilar strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi dan membuka sumber-sumber pertumbuhan baru. Dalam upaya mendorong sektor penanaman modal dan industri manufaktur tersebut, penguatan kerja sama internasional dengan negara-negara kawasan Asia, khususnya China, menjadi salah satu instrumen utama yang dijalankan.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali sebagai ruang strategis bagi perluasan kolaborasi Indonesia dan China di sektor teknologi mutakhir serta perindustrian. 

Kawasan ini diharapkan dapat menopang pengembangan kecerdasan buatan, riset dan pengembangan digital, semikonduktor, hingga teknologi kuantum, sembari menyatukan ekosistem akademik dengan kalangan industri.

“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara China, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” ujar Ali dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026).

Peluang ekspansi kerja sama ini sejalan dengan tren peningkatan penetrasi modal dari pelaku usaha China di berbagai KEK nasional. Hingga saat ini, Indonesia tercatat mengelola 25 KEK dengan total mencapai 23.797,88 hektare, yang berhasil membukukan investasi kumulatif sekitar USD20,7 miliar, melibatkan 481 entitas bisnis, serta menyerap lebih dari 283 ribu tenaga kerja. 

Pada Triwulan II-2026, keterlibatan entitas asal Negeri Tirai Bambu telah menyentuh 97 dari total 481 tenant KEK atau menguasai porsi sekitar 20 persen.

Ali menggarisbawahi bahwa arah kerja sama bilateral ke depan tidak boleh sekadar berorientasi pada pertambahan nilai investasi nominal semata. Prioritas kolaborasi harus bertumpu pada transfer teknologi, penguatan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perluasan kapasitas industri dalam negeri agar mampu menghadirkan nilai tambah nyata bagi struktur ekonomi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP). Platform strategis ini mengintegrasikan keunggulan ketersediaan sumber daya alam, potensi pasar domestik, dan posisi geografis Indonesia dengan kapabilitas pembiayaan, teknologi, serta kekuatan industri Tiongkok guna merealisasikan proyek riil dan ekosistem industri terpadu yang saling menguntungkan.

Pengembangan kemitraan industri ini menuntut pembentukan ekosistem terintegrasi yang menghubungkan sektor pendidikan, penelitian, industri, serta ketersediaan talenta. 

Gagasan ini turut ditegaskan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menyoroti pentingnya merajut sinergi antara universitas, ilmuwan, praktisi bisnis, industri manufaktur, dan generasi muda, dengan menempatkan KEK Kura Kura Bali bukan sekadar sentra keunggulan, melainkan wadah interaksi untuk melahirkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi terapan.

“Visi kita harus melangkah lebih jauh. KEK Kura Kura Bali harus menjadi pusat bagi generasi masa depan, rumah bagi talenta dan teknologi masa depan, sekaligus ruang tempat universitas bertemu dengan industri, ilmuwan bertemu dengan pelaku usaha, serta talenta Indonesia, China, Asia Tenggara, dan dunia bekerja bersama untuk menciptakan inovasi” kata Luhut.

Arah pembangunan ekosistem inovasi ini beriringan dengan akselerasi penanaman modal di KEK Kura Kura Bali. Memasuki Semester I 2026, perolehan investasi kumulatif di kawasan tersebut telah menyentuh Rp1,8 triliun dengan daya serap 2.173 pekerja, serta mendatangkan 131.657 kunjungan.

Secara bersamaan, KEK Kura Kura Bali terus diposisikan sebagai simpul ekosistem pendidikan tinggi dan riset terapan. Keberadaan TSEA di kawasan tersebut telah menggerakkan berbagai agenda ilmiah di bidang fisika dan neurosains, serta menginisiasi perhelatan Semiconductors Forum bersama Tsinghua University. 

Ke depan, kawasan Kura Kura Bali disiapkan mengawal kelanjutan program strategis di ranah AI, riset dan pengembangan digital, serta penguatan pilar ekonomi digital.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement