sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Biochar RI Dilirik Jepang-Saudi, ABII dan IDSurvey Siapkan Standardisasi Nasional dan Internasional

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
21/08/2026 23:30 WIB
Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) menyatakan, permintaan terhadap biochar sangat tinggi saat ini.
Biochar RI Dilirik Jepang-Saudi, ABII dan IDSurvey Siapkan Standardisasi Nasional dan Internasional. (Foto IDX Channel)
Biochar RI Dilirik Jepang-Saudi, ABII dan IDSurvey Siapkan Standardisasi Nasional dan Internasional. (Foto IDX Channel)

IDXChannel – Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) menyatakan, permintaan terhadap biochar sangat tinggi saat ini. Namun, hanya sedikit negara yang benar-benar bisa memasoknya.

Ketua Umum ABII Hashim Djojohadikusumo mengatakan, banyak perusahaan asal Jepang dan Arab Saudi yang berminat untuk membeli biochar dari Indonesia. Dalam hal ini, Saudi membutuhkan biochar untuk menyuburkan tanah gurun yang gersang.

"Kita tidak memiliki banyak pasokan, tapi semua orang ingin membeli biochar kita. Bahkan konsumen Jepang dan perusahaan Jepang ingin membeli biochar kita. Arab Saudi juga menginginkan biochar kita, mereka ingin menanam miliaran pohon di gurun dan iklim yang sangat kering, sehingga mereka membutuhkan retensi kelembapan yang dapat diberikan oleh biochar kita," kata Hashim di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Maka dari itu, kata Hashim, ABII menggandeng IDSurvey untuk terus melakukan pengembangan biochar di dalam negeri. Hal itu tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ABII dan IDSurvey.

Kerja sama ini mencakup membangun laboratorium biochar bertaraf internasional, memperkuat sistem pengujian dan pemantauan mutu, serta mengembangkan skema sertifikasi yang akan meningkatkan kredibilitas biochar Indonesia di pasar nasional maupun internasional.

Dia menegaskan, jika suatu produksi biochar bisa memenuhi suatu standar IDSurvey, maka suatu produk bisa dikenal sebagai produk berkualitas baik dan terpercaya.

"Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya. Itulah mengapa saya rasa produk dari Indonesia akan dikenal sebagai produk berkualitas baik," ujarnya.

Selain itu, kata Hashim, pengembangan biochar bukan hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga merupakan peluang strategis bagi Indonesia dalam membangun sektor pertanian dan ekonomi karbon.

"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini dapat diwujudkan secara nyata," kata dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, ABII mencatat perkembangan yang signifikan terhadap ekosistem biochar Indonesia. Dari yang sebelumnya masih berada pada tahap riset dan proyek percontohan, biochar kini telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan pengguna, serta mulai membangun keterhubungan antara pasar biochar fisik dengan pasar karbon.

Jumlah fasilitas produksi biochar juga terus meningkat dan telah berkembang ke sedikitnya enam provinsi baru, menunjukkan bahwa industri ini mulai memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang.

Executive Director ABII Phil Rickard menyampaikan, perkembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini bersama-sama membangun fondasi industri biochar Indonesia.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan biochar berkembang dari sebuah teknologi menjadi sebuah industri, dan kini menuju sebuah ekosistem. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BUMN, mitra internasional, dan seluruh anggota ABII, kami percaya Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemimpin biochar dan carbon removal di tingkat global," kata Phil.

Selain memperkuat industri biochar, ABII juga terus mendorong penerapan biochar pada sektor pertanian melalui kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam pengembangan Climate-Smart Agriculture, termasuk integrasi biochar dengan praktik Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi emisi metana.

Di sisi lain, ABII aktif mendukung penyusunan roadmap biochar nasional, pemetaan industri, pengembangan metodologi proyek, serta implementasi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai bagian dari penguatan tata kelola karbon Indonesia.

Phil menegaskan, kolaborasi bersama IDSurvey menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur mutu biochar Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Direktur Utama IDSurvey Arisudono Soerono menyatakan, kerja sama ini merupakan fondasi penting bagi peningkatan kualitas dan kepercayaan terhadap biochar Indonesia.

"IDSurvey menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperkuat infrastruktur mutu biochar Indonesia. Pengembangan laboratorium dan standar nasional yang kredibel akan meningkatkan kepercayaan pasar serta mendukung daya saing biochar Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.

Dia menerangkan, perkembangan industri biochar tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi. Industri ini juga memerlukan konsistensi kualitas, metode pengujian yang dapat diperbandingkan, serta standar yang memperoleh kepercayaan dari pasar global.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, asosiasi, serta lembaga yang mampu memberikan pemastian terhadap kualitas, kepatuhan terhadap standar, dan keberlanjutan produk.

"Ke depan, perkembangan kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan pasar karbon akan semakin memperkuat hubungan antara agenda lingkungan dan kegiatan ekonomi," kata dia.

Arisudono menegaskan, sebagai Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pemastian atau Testing, Inspection, and Certification (TIC) + Classification & Statutory, IDSurvey Group yang beranggotakan Biro Klasifikasi Indonesia, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia, memiliki kapabilitas untuk mendukung kebutuhan ita jtersebut.

Dukungan awal IDSurvey difokuskan pada pengembangan kapabilitas dan fasilitas laboratorium, penguatan metode pengujian dan standardisasi, konsultansi dan lembaga validasi verifikasi proyek karbon, serta pengembangan skema sertifikasi dan kompetensi teknis.

"Bersama ABII, IDSurvey berkomitmen mempersiapkan kapabilitas laboratorium dan skema sertifikasi untuk memperoleh endorsement dari World Biochar Certification (WBC)," kata Arisudono.

Menurutnya, endorsement WBC tersebut diharapkan dapat memperkuat kredibilitas hasil pengujian, memberikan keyakinan atas kualitas biochar dalam setiap transaksi terurama kepercayaan pasar global, serta mendukung terbentuknya ekosistem trade atau perdagangan biochar yang lebih terjamin.

"Pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing industri biochar nasional," kata dia.

Dengan dukungan kebijakan nasional, penguatan standar, pembangunan laboratorium, serta berkembangnya proyek biochar dan carbon removal, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan biochar dan ekonomi karbon di kawasan Asia Pasifik.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement