Impor minyak pada Mei anjlok 29 persen ke level terendah dalam delapan tahun, yakni 7,8 juta barel per hari, setelah turun 20 persen pada April.
Para analis mengatakan bahwa kemungkinan perubahan perilaku ini akan bertahan dan mempercepat penurunan penggunaan bahan bakar, yang berdampak besar pada permintaan minyak global serta sektor kilang China yang sudah menghadapi kelebihan kapasitas.
(NIA DEVIYANA)