AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

China Beri Izin Taksi Tanpa Sopir Mengaspal

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti/Okezone
Rabu, 17 Maret 2021 13:53 WIB
Perusahaan mesin pencarian China, Baidu, yang menciptakan unit taksi otonomnya yang bernama Apollo telah menerima lisensi untuk memulai operasi komersial.
China Beri Izin Taksi Tanpa Sopir Mengaspal (FOTO: Handout)

IDXChannel - Perusahaan mesin pencarian China, Baidu, yang menciptakan unit taksi otonomnya yang bernama Apollo telah menerima lisensi untuk memulai operasi komersial. 

Pemerintah Kota Cangzhou memberikan izin layanan robotaxi Apollo milik Baidu untuk menjalankan tes komersialisasi dengan 35 mobil dan 10 izin tambahan yang dapat digunakan sepenuhnya untuk menguji kendaraan tanpa pengemudi.

Lisensi ini akan memungkinkan Baidu untuk mengeksplorasi berbagai mekanisme promosi seperti diskon, tiket uji coba, dan pembayaran sukarela. Izin tersebut menjadikan Baidu perusahaan pertama di China yang mulai menguji layanan robotaxi berbayar, demikian dilansir dari South China Morning Post, Rabu (17/3/2021).

Armada robotaxi Baidu Apollo di Cangzhou diluncurkan Agustus tahun lalu. Sejauh ini telah mengumpulkan jarak tempuh uji coba 524.696 kilometer. 

Kota Cangzhou  adalah salah satu dari beberapa lokasi terkecil di China yang menampung layanan Baidu robotaxi. 

Tahun lalu, Baidu memiliki sekitar 30 kendaraan yang beroperasi di daerah tertentu di Cangzhou, dengan penduduk dapat memesan tumpangan gratis menggunakan aplikasi Baidu

Baidu memang telah memfokuskan upaya penelitian dan pengembangannya pada kecerdasan buatan (AI) dan bisnis terkait mengemudi otonom untuk meningkatkan pertumbuhan di masa mendatang di tengah penurunan pendapatan layanan pemasaran online selama tiga tahun terakhir.

Perusahaan penggerak otonom di China telah menarik miliaran investasi, dengan banyak perusahaan baru dan raksasa teknologi bersaing untuk mendapatkan saham di pasar yang diperkirakan bernilai USD 61,3 miliar pada tahun 2025.

Sebagian besar perusahaan pengemudi otonom China masih berada di posisi merah dan tetap bertahan melalui investasi dari sumber luar seperti modal ventura, pembuat mobil tradisional, atau raksasa teknologi. Selain itu, memodifikasi mobil tradisional untuk mengemudi otonom itu mahal. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD