Untuk mengatasi sifat pasokan energi surya dan angin yang tidak menentu, teknologi penyimpanan energi serta sistem microgrid menjadi kunci penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang stabil, andal, dan efisien di seluruh wilayah Nusantara.
Chief Operating Officer (COO) Seven Event, Agus Riyadi, mengatakan pengembangan teknologi penyimpanan energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas energi baru terbarukan agar target transisi energi nasional dapat tercapai.
Menurutnya, kerja sama antara Indonesia dan China dalam bidang teknologi penyimpanan energi dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih di dalam negeri.
"Kami berharap sinergi yang kuat antara Indonesia dan China, khususnya melalui pemanfaatan inovasi teknologi penyimpanan energi, dapat mempercepat pencapaian target transisi energi bersih serta mendukung ketahanan energi nasional yang andal dan berkelanjutan," ujar Agus.
Kebutuhan penyimpanan energi diperkirakan akan semakin besar seiring meningkatnya kapasitas pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Tanpa sistem penyimpanan yang memadai, pasokan listrik dari PLTS berisiko tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena produksi listrik hanya berlangsung saat matahari bersinar.