IDXChannel - China mempertahankan suku bunga acuan pinjaman untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Agustus 2026.
Suku bunga pinjaman utama (LPR) satu tahun dipertahankan pada 3,00 persen, sementara LPR lima tahun tidak berubah pada 3,50 persen.
Dilansir dari Investing pada Kamis (20/8/2026), langkah tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.
Menurut para analis, LPR yang stabil menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan mungkin lebih mengandalkan kebijakan fiskal daripada pelonggaran moneter untuk menopang pertumbuhan.
Serangkaian data untuk Juli 2026, mulai dari output industri dan penjualan ritel hingga pinjaman kredit, menunjukkan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini bergulat dengan permintaan domestik yang terus-menerus lemah.
Pinjaman yuan baru China mencatat kontraksi rekor pada bulan Juli, meleset dari perkiraan karena faktor musiman dan lemahnya permintaan kredit rumah tangga membebani pemberian pinjaman.
Bulan lalu, para pemimpin China berjanji dalam pertemuan Politbiro untuk mendukung perekonomian yang melambat dengan mempercepat pengeluaran fiskal untuk proyek-proyek infrastruktur yang telah dianggarkan, daripada mengeluarkan langkah-langkah stimulus baru yang besar.
Bank sentral mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya akan mempertahankan sikap moneter yang cukup longgar dan meluncurkan langkah-langkah praktis dan efektif sesuai kebutuhan, tetapi tidak memberikan sinyal pemotongan eksplisit terhadap suku bunga kebijakan atau rasio cadangan wajib bank. (Wahyu Dwi Anggoro)