sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Daerah Diminta Waspadai Kenaikan Harga 5 Komoditas demi Kendalikan Inflasi 

Economics editor Raka Dwi Novianto
29/10/2024 11:52 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mewaspadai kenaikan harga lima komoditas pangan. Apa saja itu?
Ilustrasi inflasi ekonomi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas pokok. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi inflasi ekonomi yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas pokok. (Foto: Istimewa)

IDXChannel – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mewaspadai kenaikan harga lima komoditas pangan. Kelima komoditas itu adalah bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, jagung, dan minyak goreng. 

Menurut mendagri, pengawasan terhadap harga komoditas tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi. "Kita lihat tadi ada lima komoditas yang menjadi atensi utama semua daerah, mulai dari bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, minyak goreng, dan jagung. Mari fokus kepada lima ini," ujar Tito, Selasa (29/10/2024).

Selain upaya tersebut, Tito juga berharap Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung langkah pengendalian harga barang/jasa, serta memonitor perkembangan ekonomi. Dia berpendapat, langkah tersebut dapat memperkaya data yang dimiliki pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi. 

Data tersebut, kata Tito, nanti bisa dibandingkan dengan temuan kementerian atau lembaga lain agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Di lain sisi, mendagri berharap dengan kewenangan yang dimiliki, KSP mampu menangani persoalan yang berhubungan dengan pengendalian inflasi yang tidak dapat diatasi oleh Kemendagri. Ketika terjadi kenaikan harga komoditas, KSP dapat memanggil pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut.

Tito juga meminta daerah-daerah dengan inflasi tinggi untuk segera berkoordinasi secara internal. Koordinasi tersebut dibutuhkan untuk mengatasi hal-hal yang memicu naiknya sejumlah harga komoditas di daerah masing-masing.

"Nanti dari Kemendagri akan memonitor daerah-daerah mana yang sudah bergerak dan mana yang tidak," katanya.

Dia juga meminta pemda untuk mengecek langsung harga komoditas di daerah masing-masing. Bila terjadi kenaikan harga komoditas, kata Tito, Pemda dapat menggunakan instrumen belanja tidak terduga (BTT) untuk membantu menstabilkan harga di daerah tersebut. Dengan demikian, baik produsen maupun konsumen tidak mengalami tekanan harga.

"Daerah-daerah juga jangan diam. Kepala daerah bergerak suruh, perintahkan kepala dinas perdagangan cek (harga komoditas)," ujarnya.

(Ahmad Islamy Jamil)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement