"Kita minta mereka (manajer investasi) perform, nanti kita bagi hasil sama kalian. Jadi mereka juga ikut dengan kehati-hatian itu. Tapi sudah kita danain, kita kasih terus uangnya," kata Pandu.
"Kita support juga yang non- BUMN. Jadi tidak hanya BUMN saja yang kita investasikan, tapi non BUMN kita investasi," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Pandu juga berpesan kepada para investor relation setiap perusahaan untuk membangun cerita atau narasi pertumbuhan perusahaannya masing-masing. Hal ini dianggap penting agar manajer investasi punya gambaran prospek bisnis sebuah perusahaan ke depannya dan masuk membeli saham.
"How do you communicate to market juga ini jadi penting. Bagaimana anda cerita ke pasar, baik dalam negeri dan luar negeri, tentang pertumbuhan perusahaan anda. Ini adalah tantangan kita bersama," kata Pandu.
Sebelumnya Pandu mengatakan bahwa 50 persen dana investasi akan dilarikan ke pasar saham dan obligasi (bond). Kedua jenis portofolio ini dipilih karena dinilai sebagai aset yang likuid. Sehingga investasi yang dilakukan bisa cepat membawa keuntungan dan menambah pendapatan negara.