sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

SKK Migas Umumkan Potensi Tambahan Produksi Pertamina EP dari Sumur Baru di Prabumulih

Economics editor Febrina Ratna Iskana
11/05/2026 17:55 WIB
SKK Migas umumkan dua temuan potensi produksi migas dari lapangan Pertamina EP di Prabumulih. Produksi tersebut diharapkan bisa menahan laju penurunan migas.
SKK Migas Umumkan Potensi Tambahan Produksi Pertamina EP dari Sumur Baru di Prabumulih. (Foto: Dok. SKK Migas)
SKK Migas Umumkan Potensi Tambahan Produksi Pertamina EP dari Sumur Baru di Prabumulih. (Foto: Dok. SKK Migas)

IDXChannel – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) berhasil menemukan potensi tambahan produksi dari tajak pengeboran sumur pengembangan L5A-312 Lapangan Limau di Prabumulih.

Berdasarkan data per 9 Mei 2026, perusahaan tersebut telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara untuk minyak mencapai 643 BOPD, menggunakan pompa listrik ESP yang dimasukkan ke dalam sumur dengan Open Flow.

“Produksi sumur ini berasal dari lapisan layer eksisting TAF-W3 dengan kandungan air atau water cut (WC) sebesar 1 persen,” kata Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, kepada IDX Channel pada Senin (11/5/2026).

Lokasi pengeboran ini secara geografis terletak kurang lebih 10 km sebelah barat kota Prabumulih, dikelilingi lapangan Betung di sebelah barat dan lapangan Karangan di sebelah timur.

Secara umum lapangan Limau merupakan lapangan yang memanjang dari barat- ke timur, merupakan bagian dari kelurusan patahan dan antiklin Lematang, terbagi menjadi beberapa struktur yang dipisahkan kompartemen patahannya antara lain Belimbing, Niru, Limau Barat, Limau Tengah dan Limau Timur.

Sebagai informasi tambahan, pelaksanaan operasi di Sumur L5A-312 (LM-03) dengan total waktu jam kerja tanpa kecelakaan sebesar 62.712 jam sejak pertama kali tajak tersebut pada 31 Maret 2026, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellent.

Sumur ini dibor secara Directional menggunakan RIG PDSI#32.2/N80UE-E hingga kedalaman akhir di 2546.50 mMD/2532.60 mTVD dalam total waktu 40  hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga 09 Mei 2026.

“Mohon dukungan dan doa semoga dapat menahan laju penurunan produksi alamiah,” kata Djoko.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement