Adapun proyek hilirisasi tahap II yang digroundbreaking mencapai 13 proyek, terdiri dari 5 proyek di sektor energi, 5 proyek di sektor mineral, dan 3 proyek di sektor pertanian.
"Kami bukan hanya sekadar pengelola aset negara tapi juga bagaimana menjadi katalisator transformasi ekonomi nasional untuk menciptakan nilai tambah, aset, untuk memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia," tutur dia.
Adapun 13 proyek Tahap II yang diresmikan meliputi:
- Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina) 2. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau (Pertamina)
3. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur (Pertamina)
4. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Biak, Papua (Pertamina)
5. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Maumere, NTT (Pertamina)
6. Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (MIND ID, Pertamina
7. Fasilitas Manufaktur Stainless Steel (Nikel) di Morowali, Sulawesi Tengah (Krakatau Steel)
8. Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon di Cilegon, Banten (Krakatau Steel) 9. Pengembangan Ekosistem & Produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat (Jasa Marga, WIKA)
10. Hilirisasi Tembaga & Emas di Gresik, Jawa Timur (PINDAD, MIND ID)
11. Minyak sawit jadi produk oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara (PTPN)
12. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Maluku Tengah, Maluku (PTPN)
13. Fasilitas Terpadu Kelapa (MCT, Tepung, Arang Aktif) di Maluku Tengah, Maluku (PTPN)
(DESI ANGRIANI)