Rohan menyebut, selama sekitar tiga bulan terakhir, yang bersangkutan ditugaskan memimpin proses pembenahan PT Pos Indonesia melalui pelaksanaan due diligence secara menyeluruh terhadap aspek keuangan, operasional, tata kelola, hingga organisasi perusahaan.
"Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya," kata Rohan.
(NIA DEVIYANA)