IDXChannel—Penjualan brand barang mewah asal barat bersaing secara ketat dengan penjualan barang mewah bekas di China, menyusul pemulihan ekonomi China yang masih berlangsung usai pandemi.
Pola konsumsi barang mewah di China berubah; kini konsumen lebih menyukai barang mewah bekas alih-alih memburu barang mewah baru.
Melansir CNA (19/10/2026), China adalah pasar terbesar ketiga dan menyumbang penjualan miliaran dolar untuk brand barang mewah seperti merek-merek di bawah naungan Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH), Hermès, dan sebagainya.
Namun, dengan kondisi ekonomi yang belum pulih, daya beli konsumen di China pun mengetat, memaksa brand untuk mengubah strategi penjualannya. LVMH bahkan dilaporkan telah menutup lima outletnya di China dalam dua tahun terakhir.
Demikian juga Galeries Lafayette yang menutup outlet flagship-nya di Beijing pada Mei silam.