Keputusan menghentikan impor beras sejak 2025 turut memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi tekanan terhadap devisa. Data United States Department of Agriculture (USDA) menunjukkan Indonesia mencatat penurunan impor beras terbesar secara global, mencapai 3,8 juta ton.
Di sisi lain, kinerja sektor pertanian juga memperlihatkan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) tanpa perikanan konsisten berada di atas 120 sejak Juli 2024, bahkan mencapai 126,11 tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Indeks harga yang diterima petani padi juga terus menguat, dengan posisi terbaru Maret 2026 di level 144,52, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan peningkatan pendapatan petani yang berkontribusi pada konsumsi domestik.
Dengan kombinasi swasembada pangan, penguatan produksi, dan peningkatan kesejahteraan petani, sektor pangan kini menjadi salah satu motor penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)