Untuk menjalankan agenda tersebut, Sarmuji menilai Kementerian Perindustrian perlu memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama yang memiliki keterkaitan langsung dengan investasi dan perdagangan.
Salah satunya adalah Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang berperan dalam sisi hulu investasi industri. Koordinasi dengan Kementerian Perdagangan juga diperlukan, khususnya terkait kebijakan impor dan kemampuan industri dalam negeri memenuhi kebutuhan pasar.
"Tentu butuh kerja sama yang banyak dengan kementerian yang lain, misalnya Kementerian Investasi karena hulunya di sana, Kementerian Perdagangan karena nanti akan berkaitan dengan apakah kita perlu buka impor, industri yang bisa kerjakan sendiri," kata Sarmuji.
Sarmuji resmi menjabat Menperin setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). dia menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sarmuji mengungkapkan, dirinya baru mendapatkan kepastian mengenai penunjukan sebagai Menperin pada Kamis pagi sebelum pelantikan.
(DESI ANGRIANI)