AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Dongkrak Kesejahteraan Peternak, RI Punya Banyak Sentra Peternakan Kuda Endemik

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 13 Agustus 2021 16:02 WIB
Indonesia memiliki beberapa sentra peternakan kuda lokal, termasuk kuda endemik yang hanya berkembang di daerah tertentu.
MenkopUKM Teten Masduki mengunjungi peternakan kuda pacu Gekbrong Stable di desa Titisan, Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi. (Foto: Dokumen Kemenkop UKM)
MenkopUKM Teten Masduki mengunjungi peternakan kuda pacu Gekbrong Stable di desa Titisan, Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi. (Foto: Dokumen Kemenkop UKM)

IDXChannel - Staf khusus MenkopUKM Agus Santoso menjelaskan, Indonesia memiliki beberapa sentra peternakan kuda lokal. Beberapa diantaranya bahkan termasuk kuda yang endemik atau hanya berkembang di daerah tertentu.

"Kuda yang endemik (hanya berkembang di daerah tertentu), antara lain kuda Sandel (Sumba), kuda Sumbar, Kuda Minahasa dan Kuda Priangan. Kuda-kuda itu secara tradisional, tumbuh bersama budaya setempat," jelas Agus melalui siaran pers, Jumat (13/8/2021)..

Adapun, jenis kudanya dibedakan menjadi Kuda Beban yang membantu petani mengangkut hasil bumi, Kuda Penarik yang digunakan menarik dokar, delman, cidomo, gerobak dan Kuda Tunggang yg menjadi hewan klangenan karena digunakan untuk pacuan kuda. 

"Harga masing-masing jenis kuda itu tentu berbeda-beda. Harga kuda pacu yang berprestasi dalam pacuan dan keturunannya tentu yang paling mahal," katanya.

Lebih lanjut stafsus Agus mengatakan, Persatuan Olah Raga Berkuda Indonesia (Pordasi) sudah sejak tahun 1975 berupaya meningkatkan kualitas kuda pacu dengan cara menyilangkannya dengan pejantan kuda pacu impor Thoroughbred, yaitu Jenis kuda pacu yang pada awalnya dikembangkan di negara-negara eropa. 

Selama 46 tahun Pordasi melakukan proses penyilangan kuda pacu, sehingga jenis kuda pacu Indonesia semakin meningkat kualitasnya, ada jenis Kuda G (G1 sampai G4), yaitu anak kuda induk yang disilang degan kuda Thoroughbred murni (pure THB) dan ada jenis KPI (Kuda Pacu Indonesia) yang merupakan hasil silangan antar Kuda G. Huruf G disini menunjukkan semakin besar angkanya, darah kuda impornya semakin besar. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD