Lebih lanjut, IIF juga menekankan bahwa dalam menghadapi transisi keberlanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, namun juga cermat dalam mengelola risiko.
"Pendekatan yang kami ambil bukan semata soal kecepatan, melainkan bagaimana memastikan setiap keputusan investasi tetap fleksibel, terukur, dan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan jangka panjang," ujar Rizki.
(taufan sukma)