IDXChannel - Pengembangan bioetanol berbahan baku singkong, sorgum, dan jagung memasuki tahap yang lebih konkret. Bukan hanya soal membangun pabrik, tetapi bagaimana memastikan bahan baku tersedia, teknologi tepat, rantai pasok terintegrasi, dan produk akhirnya mampu bersaing secara komersial.
Hal itu menjadi pokok Focus Group Discussion (FGD) bertemakan 'Produksi, Pengolahan dan Kelayakan Ekonomi Industri Bioetanol Berbahan Jagung, Sorgum, dan Singkong' yang digelar Fakultas Pertanian IPB University bersama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Sabtu (3/10/2026).
Managing Director Teknologi Advancement Danantara Dwi Susanto mengatakan, forum ini menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama Agrinas Palma dengan PT Pertamina (Persero).
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pengembangan bioetanol perlu ditempatkan sebagai ekosistem dari hulu hingga hilir. Agrinas Palma telah melakukan pemetaan lahan dan menyiapkan roadmap pengembangan multifeedstock.