IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah masih menyusun formula insentif untuk mendukung implementasi program bioetanol yang ditargetkan mulai diterapkan melalui campuran bensin E10 pada 2027.
Bahlil menilai, harga bioetanol di tengah kenaikan harga minyak dunia saat ini masih kompetitif dibandingkan dengan produk BBM nonsubsidi. Sehingga, dinilai belum memerlukan dana talangan dari adanya disparitas harga.
Dia menjelaskan, bahan baku bioetanol berasal dari tiga komoditas utama, yakni jagung, singkong, dan tebu. Untuk tebu, bahan baku yang dimanfaatkan berasal dari molase yang selama ini memiliki nilai ekonomi relatif rendah.
Bahlil menyebut pemerintah ingin memastikan harga bahan baku tetap memberikan keuntungan bagi petani. Saat ini harga molase berada di kisaran Rp1.000 per kilogram, sedangkan harga bioetanol sekitar Rp11 ribu per liter.