Untuk membantu mengimbangi kekurangan global, AS berkomitmen untuk melepaskan 172 juta barel minyak mentah dari cadangan darurat.
Data dari fima riset Kpler menunjukkan, sekitar setengah dari minyak mentah yang dilepaskan dari cadangan darurat dalam beberapa bulan terakhir diekspor langsung daripada dimurnikan di dalam negeri.
Pembeli asing, khususnya di Eropa dan Asia, telah secara agresif membeli sekitar 40 hingga 50 persen minyak mentah yang dilepaskan dari cadangan darurat AS.
Namun, ada batasan yang jelas untuk aksi jual besar-besaran ini. Meskipun strategi ini untuk sementara dapat menekan lonjakan harga minyak yang ekstrem, para analis memperingatkan bahwa kebijakan ini terbatas.
Setelah persediaan darurat ini menipis, pasar minyak global dapat menghadapi tekanan kenaikan harga yang baru.