sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gangguan Kesehatan Mental di Kalangan Pekerja Indonesia Konstan Melonjak Sepanjang 2026

Milenomic editor Kurnia Nadya
16/07/2026 18:22 WIB
Berbeda dengan pengobatan fisik kuratif yang umumnya selesai dalam sekali pemeriksaan, terapi kesehatan mental menuntut biaya yang tidak murah.
Gangguan Kesehatan Mental di Kalangan Pekerja Indonesia Konstan Melonjak Sepanjang 2026. (Foto: MNC Media)
Gangguan Kesehatan Mental di Kalangan Pekerja Indonesia Konstan Melonjak Sepanjang 2026. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Tren gangguan kesehatan mental seperti stres dan kelelahan kerja ekstrem (burnout) di kalangan pekerja Indonesia menunjukkan lonjakan yang konstan sepanjang 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bersifat musiman, grafik permintaan konsultasi psikologis kini terus merangkak naik.

Meski realitas di lapangan menunjukkan tren kenaikan, data tunjangan kesehatan karyawan (employee benefit) yang dijamin oleh pihak asuransi korporasi justru memperlihatkan kondisi sebaliknya, di mana angka klaim jaminan untuk kesehatan mental terpantau masih sangat minim.

VP Insurance Halodoc, Saswat Satadal, menjelaskan bahwa minimnya angka jaminan tersebut dipicu oleh tingginya komitmen biaya penanganan medis, sehingga manajemen perusahaan masih menahan pemberian fasilitas jaminan psikologis ini. 

Berbeda dengan pengobatan fisik kuratif yang umumnya selesai dalam sekali pemeriksaan, terapi kesehatan mental menuntut biaya yang tidak murah.

"Perusahaan memiliki pertimbangan tertentu untuk memberikan fasilitas ini karena biayanya definitif tidak murah. Penanganan kesehatan mental biasanya tidak bisa selesai hanya dalam satu kali konsultasi, melainkan membutuhkan sesi yang berkelanjutan," papar Saswat dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement