Sementara itu, Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengungkapkan bahwa kecilnya angka klaim di laporan jaminan kesehatan memang murni dipengaruhi oleh kebijakan perluasan proteksi dari masing-masing perusahaan yang belum merata.
"Data asuransi belum tentu menggambarkan situasi riil secara total karena faktor coverage atau cakupan komersialnya. Masih banyak perusahaan atau penyedia asuransi yang belum mau menanggung (cover) biaya kesehatan mental karyawan. Namun, jika melihat data konsultasi secara keseluruhan di luar cakupan asuransi kerja, angkanya tumbuh terus-menerus sampai sekarang," jelas Fibriyani.
Platform kesehatan Halodoc mencatat adanya anomali pada pergerakan data kesehatan mental pekerja tahun ini.
Jika sebelumnya grafik kecemasan (anxiety) hanya memuncak menjelang momentum hari raya seperti Lebaran lalu kembali normal, saat ini pertumbuhan kasus justru terjadi secara berkelanjutan melampaui tren musiman tersebut.
Di sisi lain, Head of Human Resources Halodoc, Ruth Christine Novalinda, menambahkan bahwa faktor stigma negatif juga menjadi tembok besar yang membuat karyawan enggan bersuara atau mengakui adanya gangguan psikologis yang mereka alami.