AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
980
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
685
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
915
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.42
-0.53%
-2.85
IHSG
6883.67
-0.44%
-30.47
LQ45
1011.85
-0.4%
-4.08
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Ekstradisi Sudah Diteken, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan PM Singapura

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Selasa, 25 Januari 2022 16:14 WIB
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong melanjutkan upaya penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Ekstradisi Sudah Diteken, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan PM Singapura. (Foto: MNC Media)
Ekstradisi Sudah Diteken, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi dengan PM Singapura. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai penandatanganan perjanjian ekstradisi, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong melanjutkan upaya penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi.

Dalam penguatan kerja sama pemulihan ekonomi, Presiden Jokowi menyebut bahwa Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Menurutnya, investasi Singapura di Indonesia pada Januari sampai September 2021 senilai USD7,3 miliar. 

"Pertemuan retreat mencatat adanya investasi baru senilai USD9,2 miliar, antara lain di bidang energi baru terbarukan di sekitar Batam serta Pulau Sumba dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Presiden dalam pernyataan pers bersama PM Singapura dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa (25/1/2022). 

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Untuk mendukung iklim investasi hijau, dalam rangkaian pertemuan retreat ini telah ditandatangani Nota Kesepahaman atau MoU Kerja sama Energi serta MoU Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Hijau dan Sirkular.

Selain itu, guna terus menjaga stabilitas finansial dan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi, telah ditandatangani pula beberapa kerja sama, antara lain MoU Kerja Sama Keuangan. Pada November 2021, kerja sama Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) dan Bilateral Repo Line (BRL) telah diperpanjang satu tahun.

"Saya juga berharap agar MOU antara Bank Sentral terkait inovasi pembayaran, anti pencucian uang, dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani," imbuhnya. 

Selain itu, guna mendukung mobilitas manusia yang aman, kedua negara saat ini sedang memfinalisasi kerja sama pengakuan vaksin dan penyelarasan inter-operabilitas platform pelacakan dan perlindungan yang dimiliki kedua negara. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD